terima kasih atas kunjungannya..
semoga dapat bermanfaat..

pengetahuan tentang mistis

Hakikat Pengetahuan Mistis
Mistis adalah pengetahuan yang tidak rasional. Ialah pengetahuan (ajaran atau keyakinan) tentang Tuhan yang diperoleh melalui latihan meditasi atau latihan spiritual, bebas dari ketergantungan indera atau rasio. Pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang tidak dapat dipahami rasio. Dalam Islam yang termasuk pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang diperoleh melalui jalan tasawuf. Pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang supra rasional tetapi kadang-kadang mempunyai bukti empiris.
Struktur Pengetahuan Mistis
Mistis magis ialah mistis yang mengandung kekuatan tertentu dan biasanya untuk mencapai tujuan tertentu. Mistis magis dapat dibagi dua, yaitu mistik-magis-putih dan mistik-magis-hitam. Perbedaan mendasar ada pada segi filsafat. Magis putih selalu dekat dan berhubungan serta bersandar pada Tuhan sehingga dukungan Illahi sangat menentukan. Pada nabi disebut Mukzijat dan pada selain nabi disebut karomah.
Magis hitam selalu dekat, bersandar, bergantung pada kekuatan roh jahat. Jiwa-jjiwa yang memiliki kemampuan magis ini dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :
  • Pertama, mereka yang memiliki kemampuan atau pengaruh melalui kekuatan mental atau himmah.
  • Kedua, mereka yang melakukan pengaruh magisnya dengan menggunakan watak benda-benda atau elemen-elemen yang ada didalamnya, inilah yang disebut jimat.
  • Ketiga, mereka yang melakukan pengaruh magisnya melalui kekuatan imajinasi sehingga menimbulkan berbagai fantasi pada orang yang dipengaruhi, seperti pesulap.
Epistemologi Pengetahuan Mistik
Pengetahuan mistik ialah pengetahuan yang diperoleh tidak melalui indera dan bukan melalui rasio. Pengetahuan ini diperoleh melalui rasa dan hati. Yang menjadi objek pengetahuan mistis ialah objek yang abstrak-supra-rasional, seperti alam gaib, Tuhan, malaikat, surga, neraka, jin, dll. Pada umumnya cara memperoleh pengetahuan mistis adalah latihan yang disebut dengan riyadhah, dari situ manusia dapat memperoleh pencerahan, memperoleh pengetahuan.
Kebenaran pengetahuan mistis diukur dengan berbagai ukuran. Ada kalanya ukuran kebenaran pengetahuan mistis itu kepercayaan. Jadi, sesuatu dianggap benar jika kita mempercayainya. Ada kalanya juga kebenaran suatu teori diukur dengan bukti empiris, yaitu ukuran kebenaran. Sulit memahami jika sesuatu teori dalam pengetahuan mistis bila pengetahuan itu tidak punya bukti empirik, sulit diterima karena secara rasional tida terbukti dan bukti empirik pun tidak ada.
Aksiologi Pengetahuan Mistik
Pengetahuan mistik itu amat subjektif, yang paling tau penggunaannya ialah pemiliknya. Di kalangan sufi kegunaannya yaitu dapat menentramkan jiwa mereka, mereka menggunakan pengetahuannya untuk kebaikan. Mistis magis hitam dikatakan hitam karena penggunaannya untuk kejahatan.
Cara pengetahuan mistis menyelesaikan masalah tidak melalui proses inderawi dan tidak juga melalui proses rasio. Ada dua macam mistis yaitu mistis yang biasa dan mistis magis. Mistis magis adalah kegiatan mistik yang mengandung tujuan-tujuan untuk memperoleh sesuatu yang diingini penggunanya. Dunia mistik magis dalam dunia Islam yaitu ’ulum al-hikmah yang berisi antara lain rahasia-rahasia huruf al-qur’an yang mengandung kekuatan magis, rahasia wafaq, rahasia asma ilahiyah, dsb. Pada kenyataannya tokoh-tokoh mistik-magis itu kebanyakan sufi-sufi. Kekuatan alam akhirnya tunduk di bawah sinar Illahi dan dukunganNya melalui huruf-huruf dan nama indahNya. Melalui kalam ilahi inilah jiwa-jiwa ilahiyah yang aktif dapat digunakan manusia untuk tujuan yang dikehendakinya.
Pada perkembangannya dunia mistik-magis Islam terbagi dua kelompok, yaitu mistik-magis dalam bentuk wirid-wirid dan mistik-magis dalam bentuk benda-benda yang telah diformulasikan sedemikian rupa biasanya berupa wafaq-wafq atau isim-isim.
Cara kerja Mistik-Magis-Putih
Para ahli hikmah menyadari bahwa kekuatan Tuhan baik yang ada dalam diriNya atau yang ada dalam firmanNya dapat digunakan oleh manusia. Ayat-ayat Al Qur’an atau kitab langit lainnya sering digunakan sebagai perantara untuk menghubungkan manusia dengan tuhannya, bahkan asma-asma Tuhan sering digunakan untuk meminta sesuatu. Jika seseorang dapat atau sanggup mempraktekan wirid atau do’a sesuai dengan rumusan maka kekuatan ilahiyah (khadam atau malaikat) akan dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan yang kehendaki terlebih jika diikuti oleh jiwa yang bersih. Cara kedua ialah dengan cara memindahkan jiwa-jiwa ilahiyah atau khadam yang adad dalam huruf-huruf al Qur’an atau didalam asma-asma Allah, cara ini disebut wafaq atau isim dimana ditulis dengan menggunakan tinta tertentu dan pada kondisi tertentu. Pada dasarnya mereka menggunakan supra natural yang ada pada khadam dalam wirid atau doa, wafaq atau isim untuk tujuan tertentu.
Cara kerja Mistik-Magis-Hitam
Mereka membuat simbol-simbol atau nama atau atribut-atribut, lalu ia bacakan mantra. Selama mengulak kata-kata buruk itu, ia mengumpulkan ludahnya untuk disemburkan pada gambar itu. Lalu ia ikatkan buhul pada simbol menurut sasaran yang telah disiapkan tadi. Ia menganggap ikatan buhul itu memiliki kekuatan dan efektif dalam praktik sihir. Ia meminta jin-jin kafir untuk berpartisipasi, ia memunculkan lebih banyak roh jahat sehingga segala sesuatu yang dituju benar-benar terjadi.
MUKASYAFAH
Ontologi
Mukasyafah adalah salah satu contoh pengetahuan mistik, ini termasuk mistik putih. Berbeda dengan filsafat dan sain, pengetahuan mukasyafah diawali oleh asumsi dan kesadaran tentang adanya kesatuan esensial secara asasi antara subjek-objek, yaitu manusia-Tuhan. Mukasyafah adalah upaya menyingkapkan hijab-hijab yang menutupi diri. Secara esensial penyingkapannya adalah penghancuran tirai yang menutup objek dengan jalan rohani. Orang-orang yang telah sengaja menutup hatinya dari gairah pencarian akan tertutup dan sulit dibuka sedangkan bagi orang-orang yang terus menerus berusaha mencari dan membuka hijab itu maka akan terbuka.
Pengetahuan mukasyafah diperoleh bukan dari rasio tapi melalui pengalamn langsung. Tuhan sebagai objek pengetahuan secara aktif menyatakan dirinya. Wujud keaktifan Tuhan sebagai objek ialah dalam bentuk pewahyuan dan dalam rahasia alam ciptaanNya. Pengetahuan tentang Tuhan masih berupa pengetahuan tingkat filsafat.
Sistem pengetahuan mukasyafah berpijak pada keyakinan bahwa Tuhan memancarkan pengetahuannya yang tidak dapat diketahui oleh indera ataupun rasio. Indera dan rasio dinonaktifkan sementara dan membiarkan potensi spiritual menerima dan menapung pengetahuan tersebut.
Dalam Al Qur’an disebut empat istilah yang berkenaan dengan batun manusia yaitu nafs, roh, qalb dan ’aql. Makna dasar qalbialah membalik, kembali, pergi maju mundur, berubah naik turun, mengalami perubahan. Hati merupakan tempat manusia bertemu Tuhan. Hatu merupakan kunci kemunafikan, hati digambarkan memiliki mata dan telinga karena itu merupakan pusat pandangan, pemahaman dan ingatan atau dzikir. Iman dan penyelewengan tumbuh dalam hati. Pada dasranya hati bersifat netral, ia diciptakan mempunyai kecenderungan lurus atau bengkok. Hati diperintahkan oleh Tuhan untuk cenderung pada sifat baik seperti pada petunjuk, iman, cahaya dan cinta.
Hati terperangkap dalam dua sisi, berada diantara jiwa dan roh yang menguasai kejahatan yang disitu ada kegelapan dan cahaya bersaing. Jika hati hidup dalam situasi kacau dan rasio ditaklukan ia akan menjadi gelap, namun jika keseimbangan yang benar ditegakan maka akan mampu meraih sifat-sifat Tuhan. Jiwa menarik individu menjauhi cahaya dan akal, roh menarik individu mendekati Tuhan. Tapi jika jiwa menyerah pada roh akan timbul keseimbangan. Kemampuan hati untuk terus-menerus menghadapkan ke arah roh inilah yang menjadi inti penyingkapan hijab, untuk itu diperlukan riyadhah yaitu latihan untuk menetapkan hati agar tetap menghadap roh.
Metodologi Penyingkapan Tabir
Melalui dua tahapan, yaitu iradah (kehendak) dan riyadhah (latihan). Iradah yaitu muncul hasrat untuk berpegang teguh pada jalan yang membimbing menuju Tuhan. Riyadhah mempunyai tiga tujuan yaitu menyingkirkan segala sesuatu selain Allah yag menghalangi perjalanan spiritual, menundukan jiwa yang cenderung menyuruh berbuat jahat ke jiwa yang tenang, melembutkan jiwa batiniah. Penyatuan iradah dan riyadhah akan menyebabkan diri sanggup melihat kilasan-kilasan cahaya illahi dan merasakan pantulan keagungan Tuhan.
Penyingkapan tahap pertama ialah penyingkapan yang didapat dalam perjalanan dari makhluk menuju khalik. Proses itu akan dilanjutkan pada perjalanan tahap kedua yaitu bersama Tuhan dalam Tuhan, perjalanan tahap ke tiga yaitu dari Tuhan menuju makhluk, dan perjalanan ke empat, yaitu dari mahluk Tuhan bersama Tuhan.
Pengetahuan inilah yang disebut pengetahuan mukasyafah, yaitu pengetahuan yang diperoleh dari kebersatuan pengetahuan objek-subjek karena hijab telah tersingkap.
ILMU LADUNI
Tiga alat untuk berkomunikasi secara rohaniah dalam tasawuf, yaitu kalbu untuk mengetahui sifat-sifat Tuhan, roh untuk mencintai Tuhan dan sirr untuk musyahadah yakni menyaksikan keindahan, kebesran dan kemuliaan Tuhan secara yakin. Kesatuan ke tiga unsur itu disebut hati. Jika hati dikosongkan dari segala yang buruk dan diisi dengan dzikrullah maka hati akan mencapai pengetahuan yang disebut dengan laduni.
Ilmu laduni ialah ialah ilmu batiniah yang bukan merupakan hasil pemikiran melainkan ilmu yang diterima langsung melalui ilham, iluminasi atau inspirasi dari sisi Tuhan. Riyadhah dan mujahadah akan menghasilkan musyahadah (tembus pandang) pada ke-illahian Tuhan serta terbukanya hijab antara hamba dan Tuhannya. Pelaksanaannya biasanya dilakukan di bawah bimbingan guru yang telah menguasai ilmu tersebut.
Kegunaan ilmu laduni ialah untuk dapat memahami ilmu dengan tepat, dapat mengetahui tingkatan ilmu seseorang, mengetahui karakter seseorang, dapat mengambil ilmu orang lain yang diinginkan, dapat mengobati orang terkena santet, mengetahui jodoh seseorang dan nasibnya, mengetahui keinginan seseorang tanpa mengatakannya, dll.
SA’EFI
Dari segi terminologi saefi adalah nama ilmu yang terdiri dari rentetan bacaan menurut bilangan dan waktu tertentu yang disandarkan pada Allah. Dari segi substansi saefi adalah doa yang dibaca terus menerus atau berulang-ulang menurut bilangan dan waktu tertentu.
Cara memperoleh pengetahuan saefi sangat beragam, umumnya diperoleh melalui puasa atau hanya dengan melakukan wirid saja dengan bilangan tertentu, atau tidak memakan makanan yang bernyawa, tidak bersebadan. Umumnya saefi diperoleh dengan banyak dzikrullah dan menjauhi maksiat.
Ada beberapa macam jenis saefi yaitu
  • saefi dzulfaqar,
  • saefi mughni,
  • saefi umum,
  • saefi antazaman.
JANG-JAWOKAN
Jangjawokan adalah semacam ucapan untuk tujuan magis tertentu. Isi kalimatnya mirip mantra dan biasanya disusun dalam bentuk syair. Bacaannya diajarkan oleh gurunya dari mulut ke telinga (secara lisan), syarat-syaratnya seperti puasa wedal, puasa tiga hari berturut-turut, puasa mutih, kadang tapa, dll. Jika telah dibekali dengan bacaan jangjawokan akan ada pantangan yang tidak boleh dilanggar.
Pengetahuan ini tidak boleh diberikan kepada siapapun kecuali bila ia telah menyatakan ingin berguru. Jangjawokan merupakan tradisi mistis yang berlaku di daerah tertentu. Sandaran yang dipakai bermacam-macam, kadang ke Allah kadang ke dewa atau jin.
SIHIR
Sihir secara bahasa berarti al-sharfu maksudnya membelokan sesuatu dari kenyataan yang sebenarnya kesesuatu yang bukan sebenarnya. Sihir merupakan upaya yang dilakukan manusia sebagai suatu tipu daya yang dalam mewujudkannya meminta bantuan sesuatu yang halus (setan) untuk membelokan sesuatu yang sebenarnya ke sesuatu yang bukan sebenarnya.
Menurut Abdul Salam Bali (1995:21) mengutip beberapa pengertian sihir sebagai berikut :
  1. sihir adalah perbuatan yang dilakukan dengan mendekatkan diri kepada setan,
  2. sihir mengubah sehat menjadi sakit,
  3. sihir ialah mengeluarkan kebatilan dalam bentuk kebenaran,
  4. sihir ialah sesuatu yang lembut pengembaliannya.
Abu Abdullah al-Razi (tafsir Ibnu Katsir, 1:147) menjelaskan bahwa sihir ada delapan macam yaitu : sihir orang Kildan dan Kisydan yang menyembah tujuh binatang, sihir orang-orang yang berilusi dan berjiwa kuat, sihir dengan cara meminta bantuan roh-roh rendah (setan), sihir yang tampak pada penyusunan alat-alat tertentu berdasarkan ukuran-ukuran tertentu, sihir dalam bentuk khayal, hipnotis, dan sulap, sihir yang menggunakan obat-obat khusus yakni dalam berbagai makanan dan minyak, sihir yang menggantungkan ke hati, sihir dalam bentuk menggunjing dan mendekat dengan cara yang ringan dan lembut.
Muhammad ibn Abdul Wahab dalam kitab al-Tauhid, membagi sihir menjadi tujuh, yaitu :
  1. i.        ’Iyafah, memasukan burung ke dalam sangkar.
  2. ii.        Thiyarah, berprasangka buruk yang timbul dari suara burung tertentu dan arah terbangnya.
  3. iii.        Al-Tharqu, dilakukan dengan cara memukul batu-batu kecil.
  4. iv.        Al-Tanjim, dengan mengambil petunjuk dari situasi falak sebagai pedoman atas kejadian.
  5. v.        Membundel benang dan meniup tiap bundel.
  6. vi.        Namimah, yaitu mengadu domba manusia.
  7. vii.        Bayan, susunan kata indah sehingga dapat memutarbalikan yang hak dan yang batil.
Dari klasifikasinya Suroso Orakas membagi sihir menjadi dua yaitu sihir klasik dan sihir modern.
  • Sihir klasik dilaksanakan secara tradisional dan dilakukan oleh pawang atau penenung.
  • Sihir modern ialah sihir yang dilaksanakan dengan cara-cara modern, praktis dan sederhana, biasanya dilakukan oleh ahli hipnotis dan paranormal.
Sihir selalu menggunakan bantuan jin kafir, cara mendatangkannya antara lain dengan :
  1. Thariqat al-Iqsam (bersumpah atas nama jin),
  2. Thariqat al-Dzabhi (menyembelih sembelihan),
  3. Thariqat Sufliyah (melakukan kenistaan),
  4. Thariqat Najasah (menuliskan ayat al-Qur’an menggunakan najis),
  5. Thariqat al-Tankis (menuliskan ayat al-Qur’an dengan susunan sungsang),
  6. Thariqat Tanjim (menujum menggunakan binatang),
  7. Thariqat kaffi (melihat melalui telapak tangan),
  8. Thariqat al-Atsar (menggunakan benda bekas pakai).
Mantra dan ritual sihir tidak dapat dipisahkan, ia merupakan satu kesatuan. Samudi Abdullah dalam bukunya takhayul dan magic dalam pandangan Islam mengemukakan bahwa sihir mengandung kemusyrikan, menggunakan uangkapan yang tidak dimengerti, mendorong sugesti diri secara khayali, ucapannya rahasia, lafal tersebut ada anggapan berkekuatan magis.
Ada beberapa jenis sihir dan kegunaannya, antara lain:
  1. Sihir perceraian, digunakam untuk menceraikan suami istri atau menimbulkan permusuhan antara orang yang bersahabat.
  2. Sihir mahabbah atau guna-guna, digunakan oleh perempuan agar terlihat cantik.
  3. Sihir menipu penglihatan (hipnotis).
  4. Sihir gila, untuk menekan sel-sel otak yang berkaitan dengan daya pikir, saat itu muncul gejala pada sasaran seperti orang gila.
  5. Sihir lesu, untuk mempengaruhi agar mengisolisir diri dan menutup diri.
  6. Sihir suara panggilan, sihir penyakit digunakan untuk membuat orang sakit.
  7. Sihir pendarahan, jin ditugasi masuk kedalam jasad untuk mengeluarkan darah.
  8. Sihir menghalangi pernikahan.
ILMU KEBAL
Ilmu kebal dikenal sebagai ilmu tentang cara-cara menjaga diri tanpa bantuan alat fisik agar tidak mempan senjata tajam atau benda lain yang dapat melukai. Bentuk keselamatan tersebut dapat berupa terhindar dari perlakuan untuk melukai dan tidak luka pada saat orang melukai. Ilmu kebal diperoleh melalui cara supra natural atau supra rasional. Ilmu itu dapat diperoleh dengan belajar dan karena bawaan.
Ada dua bentuk latihan yaitu melalui penyucian batin dan penyucian diri melalui ibadah dan pengendalian nafsu syahwat, serta keduniaan. Atau melalui latihan konsentrasi batin dan fisik serta penguasaan jampi atau amalan tertentu.
SANTET

Santet adalah bagian dari sihir, merupakan kekuatan supranatural yang dapat dipaksa berpartisipasi dengan cara tertentu, dengan jalan baik ataupun dengan jalan buruk berdasarkan kekuatan gaib. Menurut Cliford Geertz menyatakan bahwa santet adalah sejenis praktek memasukan benda-benda asing ke perut korban melalui upacara ritual agar korban merasa sakit tak terhingga atau mati. Kegunaan santet ada dua yaitu menyakiti dan membunuh. Pada tujuan menyakiti dukun santet menyiapkan alat berupa simbol persamaan. Pada tujuan membunuh biasanya penyantet memakai pakaian serba hitam.
PELET

Pelet mengandung arti memikat, mengambil, pesona, bujukan. Secara terminologi pelet ialah usaha sadar membujuk, menarik rasa cinta seseorang dengan cara tertentu. Pelet dibagi dua bagian, pelet yan menggunakan huruf arab dan pelet yang diambil dari ajaran setan. Orang yang terkena pelet dapat diketahui sikapnya yangmula-mula diam menyendiri dan yang ia ingat hanyalah orang yang memelet. Bila diarahkan ia membantah, kondisi tubuhnya merosot, kurang bergairah.
Ilmu pelet jenis pertama dilaksanakan pada saat tertentu, misalnya ba’da ashar, tahajud atau shalat subuh. Dengan membaca surat al-Jinn ayat 1-5 maka datanglah jin urusan cinta.
Bisa juga menggunakan foto kedua belah pihak. Ilmu pelet kedua biasanya dukun meminta sesuatu yan pernah dipakai korban yang masih berau keringat. Sihir yang paling dahsyat adalah yang dibuat dari benda najis, terutama darah haid.
Menurut Umar Hasyim pelet tidak diperbolehkan dalam Islam. Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya mantra, azimat dan tiwalah (pelet) termasuk perbuatan syirik.
TENTANG JIN
Iblis adalah keturunan jin, setiap setan adalah jin namun tidak setiap jin adalah setan. Bahan jin dari api yang sangat panas. Populasi jin sangat banyak dari manusia. Mereka terdiri dari ras yang berbeda, kehidupannya sama dengan manusia, makan dan minum, menghadiri majlis-majlis yang diadakan manusia, mereka selalu bersama manusia kecuali jika dicegah dengan membaca nama Allah.
Jin ada yang mu’kmin dan kafir, diantara mereka ada yang mempelajari wahyu kepada para nabi, memikirkannya dan mengimaninya serta mengajak kaumnya untuk mengamalkannya, memberikan berita gembira kepada yang taat dan menyampaikan ancaman kepada yang berbuat maksiat.
Salah satu jenis jin yaitu jin qarin, mereka ditugasi mendampingi seeorang dimanapun dan kapanpun orang itu berada. Jin qarin membantu dukun untuk mengetahui tentang pasiennya. Bahwa setiap manusia yang lahir pasti didampingi qarin, qarin tersebut mengetahui seluruh masalah dan rahasia orang yang didampinginya. Saat orang itu meninggal qarin terus mengembara, sehingga jika ada acara pemanggilan roh, jin qarin akan datang mengatas namakan orang yang meninggal itu.
Mumamad Isa Daud (1996:39 – 51) menjelaskan bahwa jin dapat dilihat dalam tiga kondisi yaitu ketika jin menampakan dirinya, melihat jin lewat jin atau minum air sirih, melihat jin karena kemauan jin disertai adanya kondisi yang memungkinkaan hal itu. Memiliki pengetahuan tentang jin dapat menambah keimanan, mengharuskan manusia waspada terhadap kejahatan atau gangguan jin jahat yang selalu menggoda agar manusia ingkar terhadapnya.
NYAMBAT
Nyambat ialah memanggil atau menghadirkan roh melalui suatu ritual dengan mengucapkan bacaan tertentu.
Beberapa jenis nyambat antara lain :
  1. Asrar, yaitu memanggil yang gaib untuk mengetahui sesuatu yang tidak terlihat mata tidak terdengar telinga.
  2. Abdul Jabbar yaitu nyambat untuk menghadirkan kekuatan dan kesaktian abdul jabbar.
  3. Pajajaran, adalah nyambat untuk menghadirkan khadam berupa siluman yang menjelma menjadi harimau.
  4. Kuda lumping, nyambat untuk menghadirkan mahluk gaib.
  5. Kasurupan, memanggil jin untuk dimintai bantuannya mengeluarkan jin pengganggu yang mengganggu seseorang yang kesurupan.
  6. Tenaga gaib, adalah tenaga yang diisikan guru atau didapat karena wirid atau puasa.
  7. Pendukunan.
  8. Ramal, tiga jenis ramal yaitu ramal mekanis yang menggunakan manipulasi objek material dan operasinya secara kebetulan saja. Kedua ramalan lewat nujum. Ketiga ramalan yang menggunakan kekuatan supra natural.
Kegunaan nyambat ialah mendatangkan kekuatan gaib melalui khadam, mengetahui rahasia batin melalui khadam, melakukan gerakan dengan kekuatan gaib dan alam bawah sadar, menghadirkan kesaktian seseorang, dll.
ILMU KANURAGAN
Ialah ilmu bela diri dapat berbentuk kekuatan yang datang dari dalam dan dapat juga datang dari luar, keduanya merupakan latihan fisik dan riyadhah. Secara umum ilmu kanuragan dapat digunakan untuk melumpuhkan ilmu hitam, untuk menyedot dan membalikan ilmu lawan, untuk menotok lawan dari jarak jauh, memukul lawan dari jarak jauh, dsb.

0 komentar:

Poskan Komentar